Binatang yang Najis dan binatang yang suci

HUKUM BINATANG
Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah di ciptakannya makhluk hidup ini seperti manusia dan binatang. Kita tahu bahwa binatanag adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak mempunyai akal pikiran dalam arti tidak mau berfikir secara jernih seperti halnya manusia . didalam hokum binatang ada yang halal dimakan dagingnya, ada juga yang haram.
Sebagai mana keterangan yang terdapat dalam kitab Muhaddzab, Asy-Syairaziy berkata : ‘ binatang dapat dikategorikan menjadi dua bagian dilihat dari jenisnya yaitu jenis suci dan jenis najis. Jenis yang suci berarti binatang yang boleh dimakan oleh syariat islam, seperti sapi yang baru disembelih . sedangkan jenis yang najis adalah binatang yang menjijikan dan tidak boleh dimakan seperti daging tikus.
Binatang Yang Suci
Setiap binatang yang suci dan tidak membahayakan adalah halal dimakan . namun ada juga binatang yang najis tapi dihalalka oleh sebagian ulama , seperti yang tertulis dalam kitab majmuk, Imam Namawi berkata: ‘ bahwa tidak dihalalkan memakan barang najis seperti ulat yang keluar dari buah, mentega , cuka, sayuran dan sejenisnya. Jika ulat itu mati ditempat asalnya maka ia menjadi najis karena mati. Sedangkan mahzab safii mengatakan ada tiga pandangan pendapat yang paling sahih terkait dihalalkannya ulat yaitu halal memakan ulat jika ia berada pada tempat kelahirannya namun tidak secara mandiri..
Binatang yang Najis
Binatang yang najis yaitu sesuatu yang kotor dan menjijikan serta haram untuk dimakan . ada beberapa binatang atau barang yang najis tapi karena keadaan maka hukumnya menjadi halal.
Sebagai mana keterangan yang dikatakan oleh imam al-Khatib:’Jika seseorang berada dalam kondisi terpaksa dan dalam keadaan yang mendesak dan khawatir nantinya ia akan jatuh sakit atau tidak mampu berjalan karena ditinggal rombongan . maka ia boleh memakan bangkai yang diharamkan baginya memakan bangkai. Jika ia tidak dimakan sama halnya ia mendorong dirinya untuk mati.larangan menghancurkan diri dengan memakan barang haram ini telah dijelaskan Allah dalam firmannya dalam surat Al-Baqoroh ayat 195 yang Artinya “ dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan.

Tentang adibmasruhan

ingin selalu membuat orang lain seneng terutama kedua orang tua...
Pos ini dipublikasikan di pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s