Artikel Manusia dan Sains

PENYALAHGUNAAN ILMU PENGETAHUAN

DISUSUN OLEH:
ADIB MASRUHAN (40313001)
ELFA MIZKIYA BILQIS (40313010)
FARAH NUSROTUL AULIA (40313014)
Dosen Pengampu:
Umi Najikhah Fikriyati

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) ISLAM BUMIAYU

Abstrak
Manusia merupakan manusia cipataan Allah yang sempurna karena mempunyai akal dan pikiran yang dapat mewujudkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tersebut merupakan ilmu yang dapat diuji kebenarannya dengan eksperimen sehingga kebenarannya dapat diterima akal manusia. Ilmu pengetahuan mempunyai manfaat/makna bagi manusia itu sendiri untuk mempermudah segala urusan manusia yang berkaitan dengan alam. Selain manfaat , ilmu pengetahuan juga dapat mendatangkan hal negatif, namun demikian, pemanfaatannya dapat berdampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan hidup manusia itu sendiri. Itu sebagai akibat dari penyalahgunaan dalam hal pemanfaatannya berlebihan dalam penggunaanya, ataupun tidak mempuuyai itu tidak sesuai /tidak pada tempatnya. Saat ini masih banyak problematika ilmu pengetahuan yang masih disalah gunakan.

Salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yaitu manusia. Karena manusia diberi bentuk atau rupa yang paling baik dan sempurna, selain itu juga dibekali dengan kemampuan akalnya untuk menciptakan sesuatu yang berguna, menciptakan berbagai pengetahuan, membentuk masyarakat, melakukan praktik jual-beli, menyelenggarakan pemerintahan, dan masih banyak lagi. Dengan kata lain manusia dengan kemampuan akal atau budi yang telah dibekali oleh Allah SWT., mereka mampu untuk menciptakan dan mengembangkan berbagai macam kebudayaan atau peradaban.
Beberapa contoh dari hasil olah pikiran atau akal manusia yaitu ilmu pengetahuan (sains), teknologi, dan seni yang kemudian disebut dengan nama kebudayaan. Kemudian, dengan berjalannya waktu perkembangan umat manusia, kini berbagai macam hasil-hasil kebudayaan manusia ini terus berkembang. Bahkan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni aytau biasa disingkat dengan IPTEKS pada era sekarang ini telah mencapai tahapan perkembangan yang sangat spektakuler.
Meskipun ada beberapa kemudahan atau manfaat yang bisa kita peroleh dari kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi Ipteks juga akan membawa kita pada hal-hal yang tidak baik (negatif). Hal-hal yang tidak baik ini bisa saja hal-hal yang dapat merusak lingkungan seperti terjadinya bencana alam, berupa tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, kekeringan, polusi udara dan air, kerusakan lingkungan, sampai nanti munculnya berbagai gangguan pada manusia, baik fisik, psikis, maupun moralitas, serta baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung dirasakan oleh seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini.

A. Pengertian Ilmu Pengetahuan (Sains)
Semua ilmu tidak boleh dianggap sains. Kata dasar yang diambil dari kata Scientia memang berarti knowledge (ilmu), tetapi yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji kebenarannya dengan eksperimen atau diketahui hasil dari pengamatan yang sesungguhnya, sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai.
Masih berkaitan dengan ilmu, secara garis besar ilmu dapat dikelompokkan menjadi dua buah golongan besar, yaitu ilmu eksak dan ilmu non eksak atau ilmu pengetahuan alam (IPA) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS).

Ilmu dapat berarti pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, dimana pengetahuan tersebut bisa dikontrol oleh setiap orang yang mengetahuinya. Maka dari itu, ilmu memiliki kandungan unsur-unsur pokok, yaitu:
1) Berisi pengetahuan (knowledge)
2) Tersusun secara sistematis
3) Menggunakan penalaran
4) Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain.
Kemudian, mengenai pengetahuan dapat dikembangkan oleh manusia yang dipengaruhi oleh dua hal. Yang pertama manusia mempunyai bahasa yang dapat digunakan untuk mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Yang kedua, manusia mempunyai kemampuan berfikir menurut jalan fikiran tertentu yang merupakan kemampuan menalar. Penalaran tersebut merupakan suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan.
Sehingga dari uraian tentang ilmu dan pengetahuan diatas dapat disimpulkan bahwa, ilmu pengetahuan merupakan usaha manusia dalam memahami gejala dan fakta alam, kemudian melestarikan pengetahuan tersebutbsecara konsepsional dan sistematis.
Pada kehidupan manusia sehari-hari, ilmu pengetahuan bersifat fungsional. Sehingga dengan pengetahuan, akan menjadi mudah dan terarah dalam pemanfaatan benda, alat, senjata, dan hewan guna mencapai hasil atau apa yang diinginkan. Apalagi setelah pengetahuan tersusun menjadi ilmu pengetahuan, maka fungsi dan penerapannya dalam memanfaatkan sebuah benda, alat, senjata, dan hewan akan menjadi lebih baik lagi.
Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. Suatu proses mencari dan menemukan suatu kebenaran melalui ilmu pengetahuan dengan memahami hakikat makhluk, untuk menerangkan hukum-hukum alam disebut dengan sains.
MenurutMedawar (1984) Sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata : sienz, ciens, cience, syence, scyence, scyense, scyens, scienc, sciens,scians. (Ilmu Sosial dan Budaya Dasar; Bab 7 Manusia, Sains, Teknologi, dan Seni; 163)

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, sains adalah:
“Ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau dibuktikan kebenarannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misal: fisika, kimia, biologi)”
Misalnya yang sederhana mengatakan bahwa sains atau ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang sistematis ( scientie is systematic knowledge). Sedangkan pengertian yang lebih luas dikatakan bahwa yang disebut sains adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses pengkajian dan dapat diterima secara rasio. Secara etimologis, kata sins sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu scire, yang berarti mengetahui atu belajar. Sedangkan sebagaimana sudah kita fahami bersama bahwa kata sains sendiri dalam pengertian atau terjemahan bahasa Indonesia berarti ilmu pengetahuan. ( ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR; BAB 7 MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI; 1560)
Dalam kajian suati filsafat ilmu, suatu pengetahuan dapat dikatakan (dikategorikan) sebagai suatu ilmu apabila memenuhi tiga kriteria pokok sebagai berikut:
1. Adanya aspek ontologis, artinya bidang studi yang bersangkutan telah memiliki objek studi/ kajian yang jelas.
2. Adanya aspek epistemologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan telah memiliki metode kerja yang jelas
3. Adanya aspek aksiologi,yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan memiliki nilai guna atau kemanfaatan.
( ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR; BAB 7 MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI; 1560)
B. Dampak Penyalahgunaan Ipteks pada Kehidupan
Manusia dengan potensi akalnya, telah diberi kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. Pada saat ini, perkembangan ipteks sudah sedemikian pesatnya, bahkan telah berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan manusia, dan pengaruh tersebut menyangkut pola pikir, pola kerja, pola hidup, maupun tingkah lakunya. Semestinya, semakin tinggi penguasaan terhadap ipteks, harusnya manusia semakin kritis dalam berpikir, semakin disiplin dalam bekerja, dan semakin efisien dalam bertindak.Akan tetapi, pada kenyataannya kebanyakan manusia justru semakin merasa dibuai dengan semua fasilitas dan produk yang dihasilkan oleh Ipteks tersebut.
Semakin tinggi orang yang menggunakan jasa Iptek, semakin tinggi pula tingkat ketergantungannya kepada alat-alat tersebut. Sehingga manusia selalu memanfaatkan fasilitas yang ada dalam iptek maka dari itu manusia mempunyai keinginan untuk mengeluarkan pendapat atau hasil pemikiran sendiri mengenai iptek. Dari kemajuan ilmu pengetahuan dapat mengakibatkan masyarakat semakin terbuai, karena mereka hampir tak sadar bahwa ternyata dirinya telah berada dalam situasi pola hidup konsumtif, hedonistik, dan materialistik.
Perkembangan iptek yang demikian pesat mampu menciptakan perubahan yang berpengaru langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya dalam elemen-elemen tersebut.
1. Perubahan di bidang intelektual; masyarakat meninggalkan kebiasaan lama atau kepercayaan tradisional, mereka mulai mengambil kebiaasan serta kepercayaan baru, setidaknya mereka telah melakukan reaktualisasi.
2. Perubahan dalam organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan politik.
3. Perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya.
4. Perubahan di bidang Industri dan kemampuan di medan perang.
Adanya sisi positif dan negatif dari Ipteks maka sering dikatakan bahwa kemajuan ipteks bermata dua atau bersifat dilematis. Di satu sisi iptek secara positif telah mendatangkan rahmat, dalam arti dapat meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Namun di sisi lain, seperti dapat kita amati dalam kehidupan, penerapan dan pemanfaatan Ipteks itu juga telah membawa dampak negatif atau atau membawa laknat dalam bentuk munculnya masalah lingkungan, seperti pencemaran, kekeringan, banjir, tanah longsor, dan kenaikan suhu udara global.
Sedangkan dampak negatif yang membawa laknat juga telah mengglobal. Dampak negatif dari perkembangan dan kemajuan serta penerapan Iptek yang telah menghasilkan berbagai ketimpangan itu oleh Alvin Toffler (1976) disebut sebagai guncangan hari esok (future shock), yang tidak saja telah menibulkan guncangan fisik (physical shock), melainkan juga guncangan kejiwaan (psychological shock). Maka perkembangan kemajuan Iptek di bidang komunikasi dan informasi itulah yang dianggap menjadi salah satu sarana penyebarannya.

C. Makna Sains
Dengan adanya sains setiap orang mendapat kemudahan . dan kemudahan itu didapatkan antara lain dengan penerapan perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi , misalnya antara lain :
1. Dengan teknik modern , dari teknik mengendalikan aliran air sungai , petani mendapatkan kemudahan dalam memeperoleh air. Bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik . alat rumah tangga elekronik mempermudah ibu-ibu rumah tangga dalam melaksanakan tugas nya.
2. Dengan teknik modern dapat dibuat bermacam-macam media pendidikan , seperti OHP, slide, film setrip, TV dan lain-lain. Yang dapat mempermudah para pendidik dalam melaksanakn tugasnya.
Pengetahuan dan teknologi ini dapat menyebabkan terjadinya perkembangan keterampilan dan kecerdasan manusia . hal ini karena dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi memungkinkan :
1. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah
2. Meningkatkannya kemakmuran materi dan kesehatan masyarakatnya.
Dengan adanya sains kita juga bisa mengetahui suatu peristiwa alam seperti terjadinya gerhana matahari, ataupun gerhana bulan . pada zaman dahulu peristiwa ala ini sering dihubungakan dengan hal-hal mistik , teatpi dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan alam dan astronomi diera modern maka bentuk peristiwa alam itu menjadikan manusia dapat berfikir logis dan positif atas semua kejadian yang menimpa planet bumi ini. Jadi Dengan ilmu pengetahuan alam manusia tidak bisa semena-mena dalam menyatakan suatu peristiwa alam. Karena semuanya ada prosesnya.
Perkembangan ilmu pengetahuan juga berjalan aktif disegala bidang , yaitu kesehatan, pertanian, ilmu ekonomi , ilmu social, ilmu pengetahuan alam dan sebagainya. Akan tetapi jika dilakukan penelitian lebih lanjut ada empat bidang ilmu pengetahuan dan teknologi srategis yang akan menentukan masa depan dunia , yaitu material, energy, mikroelektronik, dan bioteknologi (rahardi Ramelan,2004) dari bidang-bidang tersebut menghasilkan pula empat macam teknologi bahan, teknologi energy, teknologi mikro elektronika dan teknologi hayati.
Namun demikian , masalah yang dihadapi bangsa Indonesia terait dengan pemanfaatan dan kemampuan iptek dapat diidentifikasi sebagai berikut
1. Rendahnya kemampuan iptek nasional dalam menghadapi perkembangan global.
2. Rendahnya kontribusi iptek nasional disektor produksi
3. Belum optimalnya mekanisme intermediasi iptek yang menjembatani interaksi antara kapasitas penyedia iptek dengan kebutuhan pengguna.
4. Lemahnya sinergi kebijakan iptek , sehingga kegiatan iptek belum sanggup memberikan hasil yang signifikan.
5. Masih terbatasnya sumber daya iptek, yang tercermin dari rendahnya kualitas SDM dan kesenjangan pendidikan dibidang iptek.
6. Belum berkembangnya budaya iptek dikalangan masyarakat.
7. Belum optimalnya peran iptek dalam mengatasi degdradasi fungsi lingkungan hidup.
8. Masih lemahnya peran iptek dalam mengatisipasi dan menanggulangi bencana alam.
Hubungan sains dan teknologi
Hubungan perkembangan dibidang sains dengan perkembangan dibidang teknologi bias dikatakan saling memiliki keterkaitan , misalnya , seandainya manusia tidak pernah menemukan unsure-unsur logam dari dasar bumi dengan segala tingkat hantaran listrik dan resistansinya, maka barang logam tidak akan muncul didunia ini , jadi kita bias mengambil kesimpulan bahwa perkembangan ilmu sains sangat berpengaruh pada perkembangan teknologi dan keduanya saling terikat. Tanpa adanya ilmu teknologi yang memadai , ilmu sains pun tidak dapat melakukan perkembangan.
Contoh hubungan sains dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan ilmu fisika tentang lensa menghasilkan produk teknologi seperti mikroskop dan teleskop. Mikcroskop digunakan untuk melihat objek yang sangat kecil seperti bakteri, sehingga klasifikasi bakteri bias dilakukan . hasil klasifikasiny dapat membantu dalam bidang kedokteran dan industry makanan.

D. Penutup
Perkembangan sains , teknologi akan berdampak negative kepada kehidupan manusia apabila dalam penggunaanya mengakibatkan rusaknya harkat dan martabat manusia. Kecendrungan semacam itu dapat saja terjadi apabila ajaran-ajaran suci dari agama Allah tidak lagi disadari sebagai nilai kebenaran yang harus diamalkan malainkan sebatas menjadi domain ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu kita sebagai umat manusia tentunya harus penuh kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menerapkan dan memanfaatkan iptek, yakni yang sesuai dengan asas-asas keserasian, keseimbangan , maupun kelestarian. Dengan demikian, kehidupan dibumi ini akan tetap berjalan secara seimbang dan lestari.

Tentang adibmasruhan

ingin selalu membuat orang lain seneng terutama kedua orang tua...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s